Spread the love

Manado – Peta kekuatan politik Sulawesi Utara mulai berubah warna dan semakin menarik dibahas publik. Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E dan Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H yang kini memegang kendali pemerintahan, dua nama besar mulai menguat dan kian santer disebut-sebut sebagai calon kuat penantang di masa mendatang: Recky Langie dan Rio Dondokambey. Kedua sosok ini mulai diproyeksikan sebagai kandidat utama yang akan bersaing memperebutkan kursi pimpinan tertinggi daerah, menjadikan persaingan politik di Sulut semakin ketat dan penuh dinamika.

Hal ini dibuktikan dengan postingan di media sosial Facebook, dengan nama akun Mulu Manado. “Gubernur Sulut Dengan Wagub Sulut, Berikut Recky Langie dan Rio Dondokambey” urainya.

Oplus_131072

 

Diketahui, Nama Recky Langie dikenal luas sebagai tokoh yang memiliki jejak panjang di dunia usaha dan ekonomi. Saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur Bidang Investasi, ia memiliki jaringan nasional hingga internasional yang sangat kuat, serta dianggap sebagai sosok pembaharu dengan visi matang memajukan ekonomi daerah. Di kalangan pengusaha maupun pelaku ekonomi, namanya sangat dihormati dan dinilai memiliki kemampuan nyata dalam mendatangkan investasi dan membuka lapangan kerja. Dukungan terhadapnya terus mengalir, terutama dari kalangan generasi muda, dunia usaha, dan elemen masyarakat yang menginginkan pembangunan berbasis ekonomi kreatif dan potensi lokal.

Sementara itu, Rio Dondokambey, anggota DPR RI periode 2024–2029, merupakan nama besar yang tak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai putra dari mantan Gubernur Olly Dondokambey, ia membawa warisan politik yang kuat, basis massa luas, serta pengalaman berpolitik yang matang. Di parlemen, ia dikenal aktif memperjuangkan aspirasi Sulut dan memiliki akses langsung ke kebijakan tingkat pusat. Banyak pihak menilai Rio memiliki bekal cukup untuk melanjutkan atau bahkan membawa arah pembangunan baru, sekaligus mewarisi kepercayaan masyarakat yang sudah terbangun lama di bawah pengaruh politik keluarganya .

Kedua nama ini kini menjadi sorotan utama di tengah berjalannya pemerintahan Yulius Selvanus–Victory Mailangkay yang didukung penuh Partai Gerindra. Di bawah kepemimpinan ini, Pemprov Sulut baru saja meraih nilai 84,18 dan predikat “Tanpa Maladministrasi” dari Ombudsman RI, sekaligus menegaskan fokus pada pelayanan publik bersih dan profesional. Namun, di balik capaian tersebut, isu politik mulai bergulir. Kekuatan politik pendukung Recky maupun Rio mulai bergerak membangun basis dukungan, seolah mempersiapkan diri menghadapi persaingan besar untuk memimpin Sulut di periode selanjutnya.

“Nama Recky Langie dan Rio Dondokambey memang paling menonjol saat ini. Keduanya punya modal besar: satu dari sisi ekonomi dan jejaring bisnis, satu lagi dari sisi kekuatan politik dan basis massa. Sudah pasti keduanya akan menjadi pesaing berat bagi kekuatan yang kini berkuasa,” ungkap pengamat politik lokal.

Kondisi ini menandakan bahwa meski kini Gerindra dan pasangan Yulius-Victory memegang kendali penuh, posisi itu tak bisa dianggap aman begitu saja. Recky dan Rio digadang-gadang akan menjadi dua kekuatan utama yang akan menantang dominasi tersebut. Persaingan ini diprediksi tidak hanya soal elektabilitas, tapi juga soal visi pembangunan: apakah Sulut akan tetap berjalan di jalur yang ada, atau beralih ke arah baru yang ditawarkan oleh para calon penantang ini.

Hingga kini, kedua tokoh tersebut belum memberikan pernyataan resmi terkait pencalonan. Namun, dukungan yang terus tumbuh dan pergerakan kekuatan politik di belakang mereka, semakin menguatkan sinyal bahwa peta politik Sulawesi Utara sedang bersiap menghadapi babak baru persaingan yang jauh lebih seru dan dinamis. Masyarakat pun mulai menanti, arah mana yang nantinya akan dipilih untuk membawa daerah ini melangkah lebih maju. (***)