Spread the love

Sulut, Plakat RI – Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum Staf Khusus Gubernur Sulut merupakan persoalan pribadi dan tidak memiliki kaitan dengan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK). Hal ini diungkap Aktivis Sulut Calvin Castro.

Calvin sendiri memuji tindakan tegas Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) yang langsung memberhentikan salah seorang staf khusus (Stafsus), karena diduga melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan muda berusia 23 tahun di salah satu rumah makan di kawasan Sario, Kota Manado, tadi subuh.

Menurut Calvin Castro, Informasi tindakan tidak terpuji dilakukan Stafsus terhadap seorang perempuan muda itu jangan dikait-kaitkan dengan nama Gubernur Sulut YSK.

“Ini tindakan pribadi lelaki berinisial DD yang sangat tidak mencerminkan sebagai seorang Stafsus. Sehingga langkah pemberhentian dilakukan pak YSK terhadap bersangkutan sebagai bukti bahwa pak gubernur sangat tidak mentolerir tindakan-tindakan yang tidak terpuji dan berbau mesum,” tegas Ativis populis Sulut ini.

Calvin Castro sangat menyayangkan oknum Stafsus dugaan cabul itu membawa-bawa nama jabatan saat kejadian paling memalukan itu.

“Jabatannya sebagai Stafsus hanya kebetulan saja tapi jangan dibawa-bawa ke hal-hal yang tidak terpuji. Apalagi sampai menyebutkan Stafsus Gubernur. Kepercayaan jabatan diberikan membantu pak gubernur sebagai mata dan telinga pak gubernur untuk lakukan kepentingan pro rakyat. Bukan dibawa ke tindakan-tindakan buruk yang akan merusak nama baik pemerintah,” terang Calvin Castro.

Lanjut dia, pak Gubernur YSK merupakan sosok figur yang santun dan sangat menghargai rakyatnya, sehingga jika ada tindakan-tindakan bawahannya yang salah termasuk Stafsus, tidak pernah dikompromi,” kata Calvin Castro.

“Bagi pak Gubernur YSK namanya salah tetap salah, karena beliau orangya tidak ada bengkok-bengkok dalam menjalankan roda pemerintahan,” tuturnya.

Dia menambahkan nama Gubernur YSK saat ini sangat baik di mata masyarakat Sulut karena pro terhadap rakyat dan berdiri di atas penegakkan aturan.

“Jangan cuma karena masalah pribadi satu orang yang tidak ada kaitan dengan pak Gubernur lalu teman-teman wartawan atau aktivis membawa-bawa nama pak gubernur, Karena yang bersangkutan sudah dipecat oleh pak gubernur YSK. Ini bukti pak gubernur tidak pandang bulu terhadap bawahannya,” katanya panjang lebar.

Karena itu, Calvin Castro menegaskan, aparat kepolisian silahkan memproses hukum jika oknum stafsus terbukti lakukan pelecehan terhadap perempuan muda tersebut. (RK)