Spread the love

Sulut, PLAKAT RI.Com Perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia AGN (KSPSI AGN) Sulut, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sulut dan sejumlah wartawan, Jumat (01/05) gelar aksi May Day di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) tanpa adanya aksi.

Menurut Sekertaris Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa, dan Asuransi (FSP NIBA) Sulut, Johanes George, SPd mengatakan, aksi May Day dilaksanakan sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama pekerja yang melaksanakan aksi di berbagai daerah lain. Yang bertepatan dilaksanakan serentak pada tanggal 1 Mei 2026 . “Harusnya tidak ada surat penundaan pelaksanaan aksi May Day di Sulut dari Kementerian Ketenagakerjaan. Berikan kesempatan tepat pada tanggal 1 Mei Ini kami menyampaikan keluh kesah dan aksi kami. Ini hari besar kami,” keluhnya.

Lebih lanjut, George mengatakan, dengan di keluarkannya surat penundaan, pihaknya hanya bisa menaati. “Kami hormati surat dari kementerian. Tapi kalau hanya bentuk solidaritas atas aksi yang di lakukan di lain tempat, jangan dilarang. Karena kami datang dan berkumpul tidak ada aksi di TKB, hanya dalam temu kangen dan bincang-bincang” urai George.

Dirinya juga mengatakan, Para Buruh dan Pekerja pada May Day umumnya merayakannya dengan unjuk rasa, long march dan orasi-orasi yang bertujuan agar Pemerintah dan Pengusaha selalu memperhatikan nasib dan kesejahteraan para Butuh atau Pekerja.

Kegiatan May Day adalah cerminan kehidupan negara demokrasi, yaitu memberi kebebasan berserikat dan berkumpul serta kebebasan untuk menyampaikan aspirasi. 

Pemerintah sebagai pemangku kepentingan mempunyai tanggung jawab untuk melindungi kepentingan Buruh salah satunya dengan mengeluarkan regulasi yang menjamin hak buruh. BPJS Ketenagakerjaan dengan manfaat yang melingkupinya merupakan salah satu bentuk proteksi dari pemerintah kepada Buruh atau Pekerja. (rom)