PlakatRI – Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan penanganan kanker payudara. Untuk memperkuat kesadaran masyarakat, RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menggelar sosialisasi Periksa Payudara Sendiri (SADARI), Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas jajaran direksi, dokter, perawat, dan staf rumah sakit.
Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, memimpin kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali perubahan pada payudara sejak dini.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, sekaligus mendorong masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan medis ketika menemukan tanda-tanda kelainan pada payudara.
Ketua Umum YKPI Tekankan Pentingnya SADARI
Ketua Umum YKPI, Linda Amalia Sari Gumelar, dalam sambutannya menekankan pentingnya edukasi dan deteksi dini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker payudara.
YKPI mendorong perempuan melakukan SADARI secara rutin setiap bulan sebagai langkah awal untuk mengenali perubahan pada payudara. Melalui kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan komunitas, YKPI berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya deteksi dini dan penanganan medis yang tepat.
Direktur Utama RSUP Kandou, Starry H. Rampengan, turut mengapresiasi komitmen YKPI dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Ia berharap peserta menyimak materi yang disampaikan para narasumber dan meneruskan informasi tersebut kepada keluarga serta lingkungan sekitar, sehingga pengetahuan mengenai deteksi dini kanker payudara semakin luas.
Empat Dokter Berikan Edukasi Kanker Payudara
Kegiatan dilanjutkan dengan talk show yang dipandu Nani Firmansyah, Ketua Bidang Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara dan Praktik SADARI YKPI.
Empat narasumber yang memberikan edukasi ialah Dr. dr. Christian Manginstar, Sp.B.Subsp.Onk(K); Dr. dr. Agus Sutarman; dr. Hendrik Benianto Mengga, Sp.B., Subsp.Onk(K); serta dr. Benny Saleh, Sp.B(K)Onk.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian kanker payudara, faktor risiko, tanda dan gejala, teknik pemeriksaan SADARI, hingga langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan perubahan mencurigakan.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai waktu pemeriksaan yang dianjurkan. Bagi perempuan yang masih menstruasi, SADARI dapat dilakukan pada hari ketujuh hingga kesepuluh sejak hari pertama menstruasi. Sementara itu, perempuan yang telah menopause dapat melakukannya pada tanggal yang sama setiap bulan.
Pemeriksaan mandiri dilakukan dengan mengamati bentuk dan kondisi payudara di depan cermin, meraba seluruh bagian payudara hingga ketiak, serta memperhatikan perubahan pada puting.
Benjolan hingga Perubahan Kulit Perlu Diwaspadai
Dalam sosialisasi tersebut, narasumber menjelaskan sejumlah tanda yang perlu diperhatikan, antara lain benjolan pada payudara atau ketiak, perubahan bentuk payudara, kulit berkerut menyerupai kulit jeruk, puting tertarik ke dalam, serta keluarnya cairan tidak normal dari puting.
Jika menemukan perubahan tersebut, masyarakat diimbau segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain SADARI, peserta diperkenalkan dengan SADANIS atau Pemeriksaan Payudara Klinis oleh tenaga kesehatan terlatih.
SADARI membantu perempuan mengenali perubahan pada payudara, tetapi tidak dapat memastikan ada atau tidaknya kanker. Karena itu, pemeriksaan mandiri tidak menggantikan pemeriksaan klinis maupun pemeriksaan penunjang apabila diperlukan.
Penerapan pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan, serta peningkatan pengetahuan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam edukasi kanker payudara.
Melalui kegiatan ini, RSUP Kandou dan YKPI berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan payudara dan segera mencari pertolongan medis apabila menemukan kelainan.


Leave a Reply